Penyakit Hepatitis

Penyakit Hepatitis

 

Penyakit Hepatitis

 

Penyakit Hepatitis adalah penyakit yang disebabkan oleh beberapa jenis virus yang menyerang dan menyebabkan peradangan serta merusak sel-sel organ hati manusia.

 Virus penyebab hepatitis

Hepatotropik

–HAV

–HBV*

–HCV

–HDV

–HEV

–HGV

–TT*

 

Non Hepatotropik

 - EBV

 - CMV

 - Coxsackie Virus B dll

 

*= virus DNA

Gejala klinis penderita  hepatitis umumnya adalah:

·         Gejala awal: kelemahan tubuh, nafsu makan hilang, mual, muntah, panas “sumer”

·         Urine gelap seperti “teh” à ikterus (“kuning”)

·         Pembesaran hati (hepatomegali) à nyeri tekan perut kanan atas

·         Peningkatan SGOT (AST) & SGPT (ALT)

·         Peningkatan bilirubin & ALP

·         Banyak juga dijumpai kasus Hepatitis kronis yang sama sekali tidak dirasakan oleh penderita

Pada penderita Hepatitis harus diperiksakan Tes fungsi Liver minimal SGOT dan SGPT

·  Penyakit Hepatitis A

Hepatitis A adalah golongan penyakit Hepatitis yang ringan dan jarang sekali menyebabkan kematian, Virus hepatitis A (VHA=Virus Hepatitis A) penyebarannya melalui kotoran/tinja penderita yang penularannya melalui makanan dan minuman yang terkomtaminasi, bukan melalui aktivitas sexual atau melalui darah.

Gejala Hepatitis A

Pada minggu pertama, individu yang dijangkiti akan mengalami sakit seperti kuning, keletihan, demam, hilang selera makan, muntah-muntah, pusing dan kencing yang berwarna hitam pekat.

Pemeriksaan Lab untuk Hepatitis A:

  • •Ig M Anti HAV:

   (+) pada 99% penderita Hepatitis A

    Puncak nilainya pada 3 bulan pertama, dan menurun pada bulan ke 6

 

  • •Anti HAV:

   Apabila (+) akan  menetap seumur hidup dan merupakan kekebalan seumur hidup terhadap infeksi oleh Virus Hepatitis A.

 

 

 Penyakit Hepatitis B


Hepatitis B merupakan salah satu penyakit menular yang tergolong berbahaya didunia, Penyakit ini disebabkan oleh Virus Hepatitis B (VHB) yang menyerang hati dan menyebabkan peradangan hati akut atau menahun. Seperti halnya Hepatitis C, kedua penyakit ini dapat menjadi kronis dan akhirnya menjadi kanker hati.

Proses penularan Hepatitis B yaitu melalui pertukaran cairan tubuh atau kontak dengan darah dari orang yang terinfeksi Hepatitis B.
Adapun beberapa hal yang menjadi pola penularan antara lain penularan dari ibu ke bayi saat melahirkan, hubungan seksual, transfusi darah, jarum suntik, maupun penggunaan alat kebersihan diri (sikat gigi, handuk, pisau cukur) secara bersama-sama.

 

Pemeriksaan Lab yang berhubungan dengan Hepatitis B:

  • •HBs Ag
  • •Anti HBs
  • •IgM Anti HBc
  • •Anti HBc
  • •Hbe Ag
  • •Anti Hbe
  • •HBV DNA

 

 

a. Pemeriksaan HBs Ag

  • •HBs Ag : Hepatitis B Surface Antigen
  • •Fungsi pemeriksaan HbsAg  adalah untuk mengetahui apakah pasien terinfeksi oleh Virus  hepatitis B, yang ditandai dengan HBsAg positif.
  • •Jika pada pemeriksaan selama lebih dari 6 bulan berturut-turut pasien memiliki HBsAg positif, maka pasien dikategorikan penderita hepatitis B kronis.

 

b. Pemeriksaan Anti-HBs

  • •Anti-HBs merupakan  penanda imunitas/kekebalan terhadap HBV
  • •Nilai Anti HBs  yang positif  bisa terjadi karena pernah  terinfeksi virus Hepatitis B tapi sudah sembuh atau telah dilakukan imunisasi Hepatitis B.

 

Pemeriksaan Anti HBs ada 2 macam.

  1. Anti HBs , mendeteksi nilainya sampai dengan 1000
  2. Anti-HBs titer, bisa mendeteksi >1000

 

c. Anti HBc

IgM antiHBc menunjukkan hepatitis virus akut. Antibodi ini dideteksi setelah HBsAg menghilang dari serum pada 5-6% kasus hepatitis B akut. IgM anti-HBc yang persisten menunjukkan penyakit kronik virus B, biasanya kronik aktif hepatitis. Titer rendah IgG anti-HBc dengan anti-HBs menunjukkan infeksi hepatitis B di masa lampau. Titer tinggi IgG anti-HBc tanpa anti-HBs menunjukkan infeksi virus persisten.

 

d. Pemeriksaan HBe Ag

Fungsi Tes HBeAg adalah untuk mengetahui apakah adanya replikasi virus dalam hepatosit (sel hati) secara kualitatif. HBeAg berkaitan erat dengan HBV DNA, yaitu DNA virus Hepatitis B.

 

e. Pemeriksaan Anti HBe

Anti-HBe adalah suatu pertanda infektivitas relatif yang rendah.

 

f. Pemeriksaan HBV DNA

HBV-DNA adalah petanda yang paling sensitif untuk replikasi virus.

Tes ini untuk mengetahui jumlah VHB DNA secara Kuantitatif

 

Dilakukan dengan indikasi:

  • Untuk memonitor keberhasilan Anti Viral Terapi terhadap HBV
  • Mendeteksi keberhasilan pengobatan
  • HBe Ag Seroconversion

 

 Batas linier : 29 – 1,1 x 10   IU/ml

 

Kesimpulan Hasil Tes HBV DNA

  • •Inactive infection : - HBsAg (+)

                                 - HBV DNA < 2000 IU/ml

  • •Active Infection :    -HBeAg (+) dan HBV  DNA > 20.000 IU/ml                                                               

                                 - HBeAg (-) dan HBV DNA  2000-20.000 IU/ml                                                            

  • •Resolved Infection:-HBs Ag (-) dan HBV DNA < 2000 IU/ml

Grafik Hepatitis B Akut

 

 

Vaksinasi Hepatitis B

  • •Dilakukan bila hasil pemeriksaan  HBs Ag (-), Anti HBs (-) dan Anti HBc (-)
  • •Hasil HBs Ag (+) tidak dapat dilakukan vaksinasi.
  • •Jadwal Vaksinasi: 0,1,2 bulan atau 0,1,6 bulan dan idealnya 1 bulan setelah suntikan ke tiga dilakukan pemeriksaan Anti HBs untuk melihat hasil anti bodi vaksinasi tsb.
  • •Evaluasi hasil Vaksinasi Hepatitis B adalah sbb:

Bila kadar Anti HBs < 10 U/L à vaksinasi ulang

Bila kadar Anti HBs 10-100 U/L à vaksinasi ulang setelah 3-6 bulan

Bila kadar Anti HBs 100-1.000 U/L à vaksinasi ulang setelah 6 bulan – 1 tahun

Bila kadar Anti HBs 1.000-10.000 U/L à vaksinasi ulang setelah 1 – 3 tahun

Bila kadar Anti HBs >10.000 U/L à vaksinasi ulang setelah 3-6 tahun

 

 

Penyakit Hepatitis C


Penyakit Hepatitis C adalah penyakit hati yang disebabkan oleh virus Hepatitis C (VHC). Proses penularannya melalui kontak darah {transfusi, jarum suntik (terkontaminasi), serangga yang menggiti penderita lalu mengigit orang lain disekitarnya}. Penderita Hepatitis C kadang tidak menampakkan gejala yang jelas, akan tetapi pada penderita Hepatitis C kronik menyebabkan kerusakan/kematian sel-sel hati dan terdeteksi sebagai kanker (cancer) hati. Sejumlah 85% dari kasus, infeksi Hepatitis C menjadi kronis dan secara perlahan merusak hati bertahun-tahun.

 

Perjalanan Klinis Hepatitis C

 

 

 

Gejala Hepatitis C

    Sering kali orang yang menderita Hepatitis C tidak menunjukkan gejala, walaupun infeksi telah terjadi bertahun-tahun lamanya.

   Gejala yang mungkin dirasakan:

-Lelah

-Hilang selera makan

-Sakit perut

-Urin menjadi gelap

-Kulit atau mata menjadi kuning (disebut "jaundice") jarang terjadi

 

Pemeriksaan Lab untuk menegakkan diagnosa Hepatitis C :

  • Ig M Anti HCV
  • Anti HCV
  • PCR: HCV RNA Kuantitatif

    HCV RNA kualitatif

 

Pemeriksaan Anti HCV

  • •Merupakan penanda infeksi terhadap Virus Hepatitis C
  • • (+) pada 50-70% kasus pada minggu 7-8 infeksi

    (+) pada 90% kasus setelah 3 bln infeksi

               

 

Pemeriksaan HCV RNA

  • •Bila Tes Anti HCV positif, maka perlu dilanjutkan dengan pemeriksaan HCV-RNA kuantitatif dan genotype virus hepatitis C.
  • •Pemeriksaan HCV RNA kualitatif diperlukan untuk konfirmasi Anti HCV yang (+)
  • •HCV-RNA kuantitatif adalah pemeriksaan untuk mengetahui jumlah virus di dalam darah, sehingga diperlukan pada terapi  sedangkan pemeriksaan genotype virus hepatitis C untuk mengetahui jenis virusnya.
  • •Genotype Virus Hepatitis C adalah genotype 1 hingga 6. Pentingnya pemeriksaan genotpe ini untuk menentukan lama terapi dan perkiraan respon pengobatan. Genotype 1 dan 4 memerlukan waktu pengobatan hingga satu tahun dan respon pengobatan lebih rendah, sedangkan genotype 2 dan 3 memerlukan waktu pengobatan 6 bulan dan respon pengobatan tinggi (baik).

 

Berita Terkait

Belum Ada Komentar

Isi Komentar